Kolam Darah
Abdullah Harahap
Onverkort
•
9789152178058
7 uur 5 minuten
Sommige artikelen bevatten affiliate links (gemarkeerd met een sterretje *). Als je op deze links klikt en producten koopt, ontvangen we een kleine commissie zonder extra kosten voor jou. Uw steun helpt ons deze site draaiende te houden en nuttige inhoud te blijven maken. Hartelijk dank voor uw steun!
Van de uitgever
Untuk sesaat, dua tak terjadi atau terlihat apa-apa. Ardi sudah mulai cemas bahkan mendekati putus asa, sementara Agus waspada kala melihat Nyi Katon tampak berdiri mengangkang, menempatkan keris yang ia genggam di depan mulut. Sambil bibirnya sibuk merapal mantra. Lukisan tua yang tergeletak terhampar pada bingkainya di lantai mendadak tampak bergetar. Dan terus bergetar semakin kuat. Membuat lantai maupun benda apa saja yang ada di ruang duduk itu––termasuk mayat Suherman serta Elisa, tampak ikut bergetar. Seakan ada penghuni perut bumi yang mendadak terjaga dari tidur. Lalu bangkit dengan marah… !